السبت، 12 يناير 2013







Disusun oleh         :
·         Dian Novita P P
·         Heni Ulfiana E P
·         Nurma Listyani
·         Selviana Wahyu 









KATA PENGANTAR
     
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ Sejarah Pembentukan PG Trangkil  ”,  yang Alhamdulillah dapat terselesaikan untuk melengkapi tugas Sejarah kami yang dibimbing oleh Dra. Sri Andayani.
            Makalah ini berisikan tentang informasi pembangunan PG Trangkil. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua mengenai sejarah pembentukan PG Trangkil yang dibentuk zaman penjajahan dan dapat memotivasi diri kita kedepannya.
            Setiap manusia pasti tidak luput dari salah. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan, demi kesempurnaan makalah ini.
            Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.

                                                                                                            Pati, 8 Januari 2013








           
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................... i
KATA PENGANTAR ............................................................ 1
DAFTAR ISI .......................................................................... 2
BAB I             PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang ..................................................................  1
1.2   Rumusan Masalah .............................................................  3
1.3   Tujuan ...............................................................................  3
1.4  Metode ………………………………………………….... 4
1.5  Manfaat…………………………………………………… 4
1.6  Sistematika……………………………………………........4
BAB II                        PEMBAHASAN
2.1  Sejarah PG Trangkil............................................................ 5
2.2  Profil PG Trangkil
2.3  Profil PG Trangkil.............................................................. 7
BAB III          PENUTUP
3.1  Kesimpulan ........................................................................ 13
3.2  Saran .................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA ............................................................. 14








BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Pabrik gula trangkil terletek di Kabupaten Pati Jawa Tengah,tepatnya di desa Trangkil ,Kecamatan Trangkil,atau km.11 arah ke Tayu.
Kabupaten Pati yang berada relative dekat dengan pantai utara pulau Jawa ,dengan tinggi 14 meter dari permukaan laut ,memiliki suhu udara yang panas.
Berdiri pada tahun 1835,di bawah kepemilikan NV.cultuur-Mantschij Trankil S.Gravenhage dengan Kantor Perwakilan Tiedeman &Van Kerchem di Jakarta.Dan dipimpin oleh seorang administratur  Belanda yang bernama EAW.Van  Remdijk.
Selanjutnya pada masa peralihan oleh pemerintah RI kepemilikan pabrik gula Trangkil di serahkan kepengurusannya kepada BPU  - PPN Gula Daerah II di Semarang.

1.2 RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang melatar belakangi pendirian PG Trangkil ?
2.      Siapa pencetusnya ?
3.      Dengan tujuan apa PG Trangkil dibentuk ?
4.      Tahun berapa PG Trangkil dibentuk ?
5.      Siapa karyawan pertama kali ?
6.      Apa bukti pendirian PG Trangkil ?
7.      Bagaimana proses pendiriannya ?
1.3 TUJUAN
1.      Pengembangan observasi dalam sejarah.
2.      Mengetahui sejarah pembentukan PG Trangkil.
3.      Melengkapi nilai tugas pelajaran sejarah.
4.      Melaksanakan prinsip-prinsip sejarah.
5.      Mengambil sumber sejarah lisan.
6.      Mengetahu kronologi dan periodesasi PG Trangkil.




1.4 METODE
            1. Observasi langsung
            2. Wawancara

1.5 MANFAAT
1. Melakukan observasi secara langsung sehingga tahun keasliannya
2. Memberitahu pembaca tentang sejarah PG Trangkil
3. Memberikan motivasi pembaca melalui cerita dahulu PG Trangkil yang karyawannya melakukan kerja rodi.
4. Memberikan info dari sumber lisan.
5. Mengetahui baik buruknya sejarah PG Trangkil.

 1.6 SISTEMATIKA
                             1. Pendahuluan           1.1 Latar belakang
                                                                 1.2 Rumusan Masalah
                                                                 1.3 Tujuan
                                                                 1.4 Metode
                                                                 1.5 Manfaat
                                                                 1.6 Sistematika
                             2. Isi                           2.1 Sejarah PG Trangkil
                                                                2.2 Profil PG Trangkil
                                                                2.3 Profil PG Trangkil
                             3 Penutup                  3.1 Kesimpulan
                                                                3.2 Saran
                             4. Daftar Pustaka
                                                              

                                                              
                                                               PEMBAHASAN

2.1 Sejarah PG Trangkil Sejarah  Singkat PG Trangkil Pati
PG Trangkil berdiri dan berorperasi pada tanggal 02-12-1835 oleh MR.H.MULDER (tahun 1835-1841) setelah beliau wafat dikuasakan oleh :
MR.PAD.VAN waren ponoras Clifford dan sebagai pemilik kedua  : MR.P.ANDREAS,thn 1841
Tahun 1858 perusahaan dibeli dan sebagai pemilik ketiga  : MR.W.VAN HERMEN
Tahun 1911/1912 perusahaan dijual dan dimiliki oleh : NY.ADE DONAIERE EMIS dan JOINER VAN HERNET dengan kantor  perwakilan pertama’’J.DINGER’’di Jakarta
TAhun 1917  pabrik gula trangkil dijadikan statusnya menjadi perseroan oleh : N.V CULTUUR MAATSCHAPU
Tahun 1954 PG Trangkil dimiliki oleh’’SPAARFONDS VOOR BEAMTEN VAN DE BANK INDONESIA” ditetapkan oleh rapat umum pemegam saham (“YAYASAN DANA TABUNGAN PEGAWAI BANK INDONESIA”)
Tahun 1957 seluruh perusahaan gula yang tadinya dikuasai belanda dinasionalisasikan dan dikembalikan oleh pemerintah RI serta pengelolaannya diserahkan kepada badan perusahaan perkebunan Negara gula(BPU-PPN GULA) yang berpusat di Jakarta
Tahun 1962 BANK INDONESIA membentuk badan hukum “YAYASAN DANA PENSIUN DAN TUNJANGAN HARI TUA”
Tanggal 01 Juli 1968 sesuai PP No.13/1968 oleh pemerintah status kepemilikan dikembalikan ke bank Indonesia (bersam dengan pembubaran BPU-PPN GULA) setelah beberapa kali berpindah pemilik maupun pengelolaannya selaku pengurus dari dana pensiun & tabungan pegawai bank Indonesia unit 1 maka menunjuk PT Biro usaha manajemen Tri guna bina selaku direksi PT PG Kebon Agung untuk mengelola Pabrik Gula Trangkil & Pabrik Gula Kebon Agung Di Malang (BerlAku 01 Juli 1968 SD 20 April 1993)
Tanggal 25 Pebruari 1992 Direksi BANK INDONESIA  Mendirikan “YAYASAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN BANK INDONESIA (“YKK-BK”) sehingga kepemilikan Saham sejak itu Seluruhnya Beralih Ke YKK-BI
Tanggal 27 Pebruari 1993 sesuai dengan ketentuan Yang  berlaku Saat itu akhirnya melalui Akte Notaris No.120 PT PG KEBON AGUNG berganti Nama menjadi PT KEBON AGUNG
Tanggal 22 Maret 1993 Berdasarkan RUPS LUAR BIASA PT KEBON AGUNG diputuskan bahwa :”YKK-BI” Adalah Pemegang Saham Tunggal
Tanggal 01 APRIL 1993 bertempat di kantor BANK INDONESIA CAB SURABAYA dilakukan Serah terima Kepengurusan & Kepengelolaan Dari direksi PT.TRIGUNA BINA KEPADA BP.SUKAMTO Selaku direksi PT KEBON AGUNG hingga sekarang dan Memiliki 2 UNIT PABRIK  GULA(TERSEBUT DI ATAS)










2.2 Profil PG Trangkil
Profil PG.TRANGKIL
Pabrik gula trangkil terletek di Kabupaten Pati Jawa Tengah,tepatnya di desa Trangkil ,Kecamatan Trangkil,atau km.11 arah ke Tayu.
Kabupaten Pati yang berada relative dekat dengan pantai utara pulau Jawa ,dengan tinggi 14 meter dari permukaan laut ,memiliki suhu udara yang panas.
Berdiri pada tahun 1835,di bawah kepemilikan NV.cultuur-Mantschij Trankil S.Gravenhage dengan Kantor Perwakilan Tiedeman &Van Kerchem di Jakarta.Dan dipimpin oleh seorang administratur  Belanda yang bernama EAW.Van  Remdijk.
Selanjutnya pada masa peralihan oleh pemerintah RI kepemilikan pabrik gula Trangkil di serahkan kepengurusannya kepada BPU  - PPN Gula Daerah II di Semarang.
Semenjak bulan juni 1968 kepemilikan PG Trangkil berpindah ke pengurus Dana Pensiun dan tunjangan serta Yayasan Dana Tabungan Pegawai Bank Negara Unit I yang sekarang  lebih dikenal dengan yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI).YKKBI ini kemudian menunjuk Biro Usaha Manajement Tri Guna Bina sebagai Direksi PT.PG.kebon agung .Selanjutnya Mulai tanggal 1 April 1993 pengelolaan PT.PG  Kebon Agung di serahterimakan kepada Direksi PT Kebon agung hingga sekarang.
Pabrik gula Trangkil telah mengalami beberapa kali rehabilitasi dalam upaya memperbesar kapasitas giling ,yaitu pada tahun 1921 ,1977 dan terakhir kali pada tahun 2006 ini dilakukan pembangunan ketel baru.
Dalam upaya menjaga kelangsungan hidup pabrik gula yang selalu terjadi pasang surut,pengelolaan pabrik saat ini di percayakan kepada tenaga-tenaga muda yang professional di bidang pergulaan.
Dalam upaya pemenuhan bahan baku tebu,pabrik gula Trangkil selain melakukan penanaman tebu Sendiri ,sebagaian besar menampung tebu dari para Petani.
Pembinaan kepada petani tebu ,dimulai dengan melakukan pendaftaran areal ,dan memberikan bantuan kredit  kemitraan ,yang dibutuhkan petani untuk melaksanakan pemeliharaan tanaman tebu.
Dari pengumpulan pendaftaran petani kemitraan ,maka di susunlah angka taksasi bulan Maret yang nantinya menentukan jumlah tebu yang akan di giling,sekaligus memperkirakan beberapa lama proses giling akan berlangsung.
Setiap memulai giling selalu di adakan selamatan buka giling yang di PG Trangkil lebih dikenal dengan istilah “Nggantingi”
Dalam rangkaian selamatan buka giling tersebut ,dimulai dengan berbagai pertandingan olah raga antar karyawan dan kegiatan-kegiatan lain yang mengikut sertakan masyarakat sekitar pabrik gula serta para petani mitra kerja.Dan pada puncak acara selamatan buka giling ini di selenggarakan upacara selamatan buka giling yang di hadiri oleh Bupati Kepala Daerah Kabupaten Pati ,Muspika Kecamatan,Kepala Desa,Ketua dan Pengurus DPC APTRI dan Direktur PT Kebon Agung beserta staf.
Penerimaan tebu dimulai dengan melakukan tebangan tebu di kebun petani atau kebun tebu TG-TS.dalam hal penebangan tebu ,di PG Trangkil dilakukan oleh PG,KUD dan Petani sendiri.
Tebu setelah di tebang selanjutnya di angkut dengan truck menuju ke emplassemen Kajar.
Di emplassemen Kajar truck –truck tebu menunggu giliran panggilan bongkar di meja tebu.
Untuk truck-truck tebangan mandor PG ,pembongkaran langsung ke lori dengan crane sehingga tidak perlu antri di empassemen Kajar.
Setelah tiba saat nya bongkar ,maka truck tebu masuk ke timbangan dulu untuk mengetahui berat brruto selanjutnya muatan di bongkar di meja tebu,kemudian tebu dicacah di cane cutter dan di haluskan lagi di Unigrator sebelum di lakukan pemerahan di rol gilingan nomor 1,2,3 dan 4.truck yang telah kembali ke timbangan untuk menimbang tarra truck dan kembali ke kebun.
Pada rol gilingan nomor 3 dan 4 ditambahkan air imbibisi untuk meningkatkan recovery pemerahan yang bertujuan untuk meminimalisasikan kehilangan gula di ampas



2.3 PROFIL PG TRANGKIL

PROFIL PG TRANGKIL

Ø  Kandungan gula (sukrosa) di dalam tebu atau yang biasa dikenal dengan sebutan rendemen tebu bisa didapatkan dengan melewati beberapa tahapan seperti berikut :
1.      Pemerahan (St. Gilingan)
2.      Pemisahan kotoran (St. Pemurnian)
3.      Pemekatan (St. Penguapan)
4.      Pengkristalan (st. Kristalisasi)
5.      Pemisahan kristal (St. Puteran)
6.      Pembungkusan / packaging

Ø  Langkah pertama adalah ekstraksi atau memerah kandungan gula dalam tebu di stasiun gilingan.
Ø  Sebelum diperah, tebu yang masih segar dicacah  dan dihaluskan menjadi potongan- potongan kecil dengan menggunakan alat cane cutter dan unigrator.
Ø  Tujuannya adalah untuk membuka pori- pori agar gula mudah untuk diperas.
Ø  Potongan- potongan tebu tersebut biasa disebut dengan ampas tebu.
Ø  Ada 5 unit gilingan secara seri yang digunakan untuk memerah ampas tebu.
Ø  Larutan hasil ekstraksi di st.Gilingan ini biasadisebut dengan larutan Nira Mentah.
Ø  Sementara itu ampas akhir gilingan 5 digunakan sebagai bahan bakar boiler.
Ø  Nira Mentah kemudian diproses di stasiun pemurnian, untuk memisahkan kotoran dari larutan nira.

Setelah tebu diperah di rol gilingan 1 dan 2 akan diperoleh nira mentah. Pada nira mentah ini dilakukan pengukuran rendemen dengan menggunakn alat yang disebut Sacharomat.
Nira mentah tersebut selanjutnya dimasukkan kedalam tangki pemanas kemudian masuk ke Evaporator untuk menguapkan air sampai ± 70%. Di PG Trangkil kita menggunakan 7 buah evaporator.
Dari evaporator nira kotor ini kemudian masuk ke Rotary Vacuum filter untuk memisahkan gula dan kotoran yang berupa blotong.
Nira yang sudah terbebas dari kotoran ini kemudian diberi gas SO2 melalui proses Sulfitasi dengan menggunakan tungku belerang dan akan menjadi nira kental.
Nira kental ini selanjutnya diproses di Pan Masakan hingga menjadi Stroop kemudian dimasukkan ke st.Puteran agar dapat mengkristal dan sekaligus dilakukan pemisahan antara gula dan tetes.
Dari st. Puteran gula SHS yang masih panas ini kemudian dikeringkan di Sugar Dryer kemudian didinginkan melalui proses pendinginan, diantaranya melalui suatu alat yang disebut dengan Talang Goyang, sehingga diperoleh suhu gula kurang dari 30°C untuk menghindari penggumpalan.
Gula yang telah didinginkan ini kemudian dikemas ke dalam karung plastik rangkap, kemudian dimasukkan ke gudang dengan Belt Conveyor  untuk distapel di gudang sampai tiba waktunya diambil oleh pembeli.
Penjualan gula petani dilakukan dengan melalui proses lelang yang dilakukan oleh BK APTRI.
Setelah terjadi kesepakatan harga lelang gula, maka pada hari berikutnya dilakukan pembayaran Nota Gula Petani PG Trangkil.








Ø  Dengan uang hasil penjualan gula ini, petani dapat melaksanakan pemeliharaan tanaman tebunya hingga baik dan tingkat kesejahteraan juga akan meningkat. Pertama larutan nira di panaskan dahulu sampai suhu 75°C dengan menggunakan heater. Selanjutnya dibubuhkan larutan susu kapur atau kalsium hidroksida (CaOH)
Ø  Adapun susu kapur dibuat daribatu kapur yang dilarutan dengan air
Ø  Setelah itu lartan nira yang telah dibubuhi susu kapur tersebut direaksikan dengan gas SO (sulfur dioksida)
Ø  Gas SO dibuat dari pembakaran belerang di dalam tungku belerang
Ø  Langkah selanjutnya adalah memisahkan hasil reaksi larutan nira mentah tersebut di dalam air clarifier
Ø  Prinsip pemisahannya dilakukan secara grafitasi dengan bantuan bahan pengendap flokulan, dimana kotoran yang diendapkan di clarifier dipisahkan dan menghasilkan blotong yang merupakan limbah padat
Ø  Blotong dimanfaatkan sebagai bahan untuk biokompos, pembakaran batu bata, dll
Ø  Nira yang telah dipisahkan dari kotorannya tersebut disebut dengan nira jernih
Ø  Nira jernih masih mengandung kandungan air yang banyak sehingga harus diuapkan dahulu sebagian besar airnya di stasiun penguapan
Ø  Sekitar 70% kandungan airnya diuapkan disini. Air yang telah diuapkan tersebut digunakan kembali sebagai kondensat untuk umpan stasiun boiler
Ø  Setelah diuapkan, nira yang telah pekat atau yang biasa disebut nira kental siap untuk dikristalisasi
Ø  Di St. Kristalisasi ini, gula/sukrosa dikristalkan dengan cara menguapkan sisa kandungan air di nira kental sampai melewati titik jenuhnya sehingga kristal glukosa bisa tumbuh dan berkembang
Ø  Kualitas kristal yang sudah baik kemudian di pisahkan dengan menggunakan alat Centrifuge di stasiun Puteran
Ø  Dengan gaya Centrifugal, kristal gula tersebut dipisahkan dari larutannya menghasilkan kristal gula SHS. Larutan yang telah dipisahkan tersebut atau yang biasa disebut dengan Stroop diproses kembali di stasiun Kristalisasi untuk diserap kandungan kristal yang masih tersisa, dan selanjutnya dengan melewati beberapa tahap  kristalisasi dan centrifugasi, menghasilkan molasses atau tetes sebagai produk samping atau by product
Ø  Tetes secara terpisah bisa digunakan sebagai bahan baku bioentanol, produk penyedap rasa,dll
Ø  Selanjutnya adalah tahap finishing, dimana kristal yang telah dipisahkan dari larutannya, kemudian dikeringkan dan didinginkan di Sugar Dryer. Sisa-sisa kandungan air yang masih menempel di kristal dihilangkan di dalam Sugar Dryer sehingga kristal gul menjadi kering dan bisa lebih awet untuk disimpan serta tidak menggumpal
Ø  Kristal yang telah kering kemudian dipilih ukuran yang memenuhi dengan saringan Vibrating screen. Kristal gula lalu disimpan sementara di dalam silo
Ø  Dari silo,kristal gula dikemas dan disimpan di gudang penyimpanan.

ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق