Disusun oleh :
·
Dian Novita P P
·
Heni Ulfiana E P
·
Nurma Listyani
·
Selviana Wahyu
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini
yang berjudul “ Sejarah
Pembentukan PG Trangkil ”, yang Alhamdulillah dapat terselesaikan untuk melengkapi tugas Sejarah
kami yang dibimbing oleh Dra. Sri Andayani.
Makalah ini berisikan tentang
informasi pembangunan PG
Trangkil. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi
kepada kita semua mengenai
sejarah pembentukan PG Trangkil yang dibentuk zaman penjajahan dan dapat
memotivasi diri kita kedepannya.
Setiap manusia pasti tidak luput dari salah.
Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun
selalu saya
harapkan, demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada
semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai
akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.
Pati,
8 Januari 2013
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................... i
KATA PENGANTAR ............................................................ 1
DAFTAR ISI .......................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang .................................................................. 1
1.2
Rumusan Masalah ............................................................. 3
1.3
Tujuan ............................................................................... 3
1.4
Metode ………………………………………………….... 4
1.5
Manfaat…………………………………………………… 4
1.6
Sistematika……………………………………………........4
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Sejarah PG Trangkil............................................................ 5
2.2
Profil PG Trangkil
2.3
Profil PG Trangkil.............................................................. 7
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan ........................................................................ 13
3.2
Saran .................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA ............................................................. 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pabrik gula trangkil terletek di Kabupaten Pati Jawa
Tengah,tepatnya di desa Trangkil ,Kecamatan Trangkil,atau km.11 arah ke Tayu.
Kabupaten Pati yang berada relative dekat dengan pantai
utara pulau Jawa ,dengan tinggi 14 meter dari permukaan laut ,memiliki suhu
udara yang panas.
Berdiri pada tahun 1835,di bawah kepemilikan
NV.cultuur-Mantschij Trankil S.Gravenhage dengan Kantor Perwakilan Tiedeman
&Van Kerchem di Jakarta.Dan dipimpin oleh seorang administratur Belanda yang bernama EAW.Van Remdijk.
Selanjutnya pada masa peralihan oleh pemerintah RI
kepemilikan pabrik gula Trangkil di serahkan kepengurusannya kepada BPU - PPN Gula Daerah II di Semarang.
1.2
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa yang melatar belakangi pendirian PG Trangkil ?
2.
Siapa pencetusnya ?
3.
Dengan tujuan apa PG Trangkil dibentuk ?
4.
Tahun berapa PG Trangkil dibentuk ?
5.
Siapa karyawan pertama kali ?
6.
Apa bukti pendirian PG Trangkil ?
7.
Bagaimana proses pendiriannya ?
1.3 TUJUAN
1.
Pengembangan observasi dalam sejarah.
2.
Mengetahui sejarah pembentukan PG Trangkil.
3.
Melengkapi nilai tugas pelajaran sejarah.
4.
Melaksanakan prinsip-prinsip sejarah.
5.
Mengambil sumber sejarah lisan.
6.
Mengetahu kronologi dan periodesasi PG Trangkil.
1.4 METODE
1. Observasi langsung
2. Wawancara
1.5 MANFAAT
1. Melakukan
observasi secara langsung sehingga tahun keasliannya
2. Memberitahu
pembaca tentang sejarah PG Trangkil
3. Memberikan
motivasi pembaca melalui cerita dahulu PG Trangkil yang karyawannya melakukan
kerja rodi.
4. Memberikan
info dari sumber lisan.
5. Mengetahui
baik buruknya sejarah PG Trangkil.
1.6
SISTEMATIKA
1.
Pendahuluan 1.1 Latar belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Metode
1.5 Manfaat
1.6 Sistematika
2.
Isi 2.1 Sejarah
PG Trangkil
2.2 Profil PG Trangkil
2.3 Profil PG Trangkil
3
Penutup 3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
4.
Daftar Pustaka
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah
PG Trangkil Sejarah Singkat PG Trangkil Pati
PG Trangkil berdiri dan berorperasi pada tanggal 02-12-1835
oleh MR.H.MULDER (tahun 1835-1841) setelah beliau wafat dikuasakan oleh :
MR.PAD.VAN waren ponoras Clifford dan sebagai pemilik
kedua : MR.P.ANDREAS,thn 1841
Tahun 1858 perusahaan dibeli dan sebagai pemilik ketiga : MR.W.VAN HERMEN
Tahun 1911/1912 perusahaan dijual dan dimiliki oleh : NY.ADE
DONAIERE EMIS dan JOINER VAN HERNET dengan kantor perwakilan pertama’’J.DINGER’’di Jakarta
TAhun 1917 pabrik
gula trangkil dijadikan statusnya menjadi perseroan oleh : N.V CULTUUR
MAATSCHAPU
Tahun 1954 PG Trangkil dimiliki oleh’’SPAARFONDS VOOR
BEAMTEN VAN DE BANK INDONESIA” ditetapkan oleh rapat umum pemegam saham
(“YAYASAN DANA TABUNGAN PEGAWAI BANK INDONESIA”)
Tahun 1957 seluruh perusahaan gula yang tadinya dikuasai
belanda dinasionalisasikan dan dikembalikan oleh pemerintah RI serta
pengelolaannya diserahkan kepada badan perusahaan perkebunan Negara
gula(BPU-PPN GULA) yang berpusat di Jakarta
Tahun 1962 BANK INDONESIA membentuk badan hukum “YAYASAN
DANA PENSIUN DAN TUNJANGAN HARI TUA”
Tanggal 01 Juli 1968 sesuai PP No.13/1968 oleh pemerintah
status kepemilikan dikembalikan ke bank Indonesia (bersam dengan pembubaran
BPU-PPN GULA) setelah beberapa kali berpindah pemilik maupun pengelolaannya
selaku pengurus dari dana pensiun & tabungan pegawai bank Indonesia unit 1
maka menunjuk PT Biro usaha manajemen Tri guna bina selaku direksi PT PG Kebon
Agung untuk mengelola Pabrik Gula Trangkil & Pabrik Gula Kebon Agung Di
Malang (BerlAku 01 Juli 1968 SD 20 April 1993)
Tanggal 25 Pebruari 1992 Direksi BANK INDONESIA Mendirikan “YAYASAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN
BANK INDONESIA (“YKK-BK”) sehingga kepemilikan Saham sejak itu Seluruhnya
Beralih Ke YKK-BI
Tanggal 27 Pebruari 1993 sesuai dengan ketentuan Yang berlaku Saat itu akhirnya melalui Akte
Notaris No.120 PT PG KEBON AGUNG berganti Nama menjadi PT KEBON AGUNG
Tanggal 22 Maret 1993 Berdasarkan RUPS LUAR BIASA PT KEBON
AGUNG diputuskan bahwa :”YKK-BI” Adalah Pemegang Saham Tunggal
Tanggal 01 APRIL 1993 bertempat di kantor BANK INDONESIA CAB
SURABAYA dilakukan Serah terima Kepengurusan & Kepengelolaan Dari direksi
PT.TRIGUNA BINA KEPADA BP.SUKAMTO Selaku direksi PT KEBON AGUNG hingga sekarang
dan Memiliki 2 UNIT PABRIK GULA(TERSEBUT
DI ATAS)
2.2 Profil PG Trangkil
Profil
PG.TRANGKIL
Pabrik gula
trangkil terletek di Kabupaten Pati Jawa Tengah,tepatnya di desa Trangkil
,Kecamatan Trangkil,atau km.11 arah ke Tayu.
Kabupaten Pati yang berada relative dekat dengan pantai
utara pulau Jawa ,dengan tinggi 14 meter dari permukaan laut ,memiliki suhu
udara yang panas.
Berdiri pada tahun 1835,di bawah kepemilikan
NV.cultuur-Mantschij Trankil S.Gravenhage dengan Kantor Perwakilan Tiedeman
&Van Kerchem di Jakarta.Dan dipimpin oleh seorang administratur Belanda yang bernama EAW.Van Remdijk.
Selanjutnya pada masa peralihan oleh pemerintah RI
kepemilikan pabrik gula Trangkil di serahkan kepengurusannya kepada BPU - PPN Gula Daerah II di Semarang.
Semenjak bulan juni 1968 kepemilikan PG Trangkil berpindah
ke pengurus Dana Pensiun dan tunjangan serta Yayasan Dana Tabungan Pegawai Bank
Negara Unit I yang sekarang lebih
dikenal dengan yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI).YKKBI ini
kemudian menunjuk Biro Usaha Manajement Tri Guna Bina sebagai Direksi
PT.PG.kebon agung .Selanjutnya Mulai tanggal 1 April 1993 pengelolaan
PT.PG Kebon Agung di serahterimakan kepada
Direksi PT Kebon agung hingga sekarang.
Pabrik gula Trangkil telah mengalami beberapa kali
rehabilitasi dalam upaya memperbesar kapasitas giling ,yaitu pada tahun 1921
,1977 dan terakhir kali pada tahun 2006 ini dilakukan pembangunan ketel baru.
Dalam upaya menjaga kelangsungan hidup pabrik gula yang
selalu terjadi pasang surut,pengelolaan pabrik saat ini di percayakan kepada
tenaga-tenaga muda yang professional di bidang pergulaan.
Dalam upaya pemenuhan bahan baku tebu,pabrik gula Trangkil
selain melakukan penanaman tebu Sendiri ,sebagaian besar menampung tebu dari
para Petani.
Pembinaan kepada petani tebu ,dimulai dengan melakukan
pendaftaran areal ,dan memberikan bantuan kredit kemitraan ,yang dibutuhkan petani untuk
melaksanakan pemeliharaan tanaman tebu.
Dari pengumpulan pendaftaran petani kemitraan ,maka di
susunlah angka taksasi bulan Maret yang nantinya menentukan jumlah tebu yang
akan di giling,sekaligus memperkirakan beberapa lama proses giling akan
berlangsung.
Setiap memulai giling selalu di adakan selamatan buka giling
yang di PG Trangkil lebih dikenal dengan istilah “Nggantingi”
Dalam rangkaian selamatan buka giling tersebut ,dimulai
dengan berbagai pertandingan olah raga antar karyawan dan kegiatan-kegiatan
lain yang mengikut sertakan masyarakat sekitar pabrik gula serta para petani
mitra kerja.Dan pada puncak acara selamatan buka giling ini di selenggarakan
upacara selamatan buka giling yang di hadiri oleh Bupati Kepala Daerah
Kabupaten Pati ,Muspika Kecamatan,Kepala Desa,Ketua dan Pengurus DPC APTRI dan
Direktur PT Kebon Agung beserta staf.
Penerimaan tebu dimulai dengan melakukan tebangan tebu di
kebun petani atau kebun tebu TG-TS.dalam hal penebangan tebu ,di PG Trangkil
dilakukan oleh PG,KUD dan Petani sendiri.
Tebu setelah di tebang selanjutnya di angkut dengan truck
menuju ke emplassemen Kajar.
Di emplassemen Kajar truck –truck tebu menunggu giliran
panggilan bongkar di meja tebu.
Untuk truck-truck tebangan mandor PG ,pembongkaran langsung
ke lori dengan crane sehingga tidak perlu antri di empassemen Kajar.
Setelah tiba saat nya bongkar ,maka truck tebu masuk ke
timbangan dulu untuk mengetahui berat brruto selanjutnya muatan di bongkar di
meja tebu,kemudian tebu dicacah di cane cutter dan di haluskan lagi di
Unigrator sebelum di lakukan pemerahan di rol gilingan nomor 1,2,3 dan 4.truck
yang telah kembali ke timbangan untuk menimbang tarra truck dan kembali ke
kebun.
Pada rol gilingan nomor 3 dan 4 ditambahkan air imbibisi
untuk meningkatkan recovery pemerahan yang bertujuan untuk meminimalisasikan
kehilangan gula di ampas
2.3 PROFIL PG TRANGKIL
PROFIL PG TRANGKIL
Ø
Kandungan gula (sukrosa) di dalam tebu atau yang
biasa dikenal dengan sebutan rendemen tebu
bisa didapatkan dengan melewati beberapa tahapan seperti berikut :
1.
Pemerahan (St. Gilingan)
2.
Pemisahan kotoran (St. Pemurnian)
3.
Pemekatan (St. Penguapan)
4.
Pengkristalan (st. Kristalisasi)
5.
Pemisahan kristal (St. Puteran)
6.
Pembungkusan / packaging
Ø
Langkah pertama adalah ekstraksi atau memerah
kandungan gula dalam tebu di stasiun gilingan.
Ø
Sebelum diperah, tebu yang masih segar
dicacah dan dihaluskan menjadi potongan-
potongan kecil dengan menggunakan alat cane cutter dan unigrator.
Ø
Tujuannya adalah untuk membuka pori- pori agar
gula mudah untuk diperas.
Ø
Potongan- potongan tebu tersebut biasa disebut
dengan ampas tebu.
Ø
Ada 5 unit gilingan secara seri yang digunakan
untuk memerah ampas tebu.
Ø
Larutan hasil ekstraksi di st.Gilingan ini
biasadisebut dengan larutan Nira Mentah.
Ø
Sementara itu ampas akhir gilingan 5 digunakan
sebagai bahan bakar boiler.
Ø
Nira Mentah kemudian diproses di stasiun
pemurnian, untuk memisahkan kotoran dari larutan nira.
Setelah tebu
diperah di rol gilingan 1 dan 2 akan diperoleh nira mentah. Pada nira mentah
ini dilakukan pengukuran rendemen dengan menggunakn alat yang disebut Sacharomat.
Nira mentah tersebut selanjutnya dimasukkan kedalam tangki
pemanas kemudian masuk ke Evaporator untuk menguapkan air sampai ± 70%. Di PG
Trangkil kita menggunakan 7 buah evaporator.
Dari evaporator nira kotor ini kemudian masuk ke Rotary
Vacuum filter untuk memisahkan gula dan kotoran yang berupa blotong.
Nira yang sudah terbebas dari kotoran ini kemudian diberi
gas SO2
melalui proses Sulfitasi dengan
menggunakan tungku belerang dan akan menjadi nira kental.
Nira kental ini selanjutnya diproses di Pan Masakan hingga
menjadi Stroop kemudian dimasukkan ke
st.Puteran agar dapat mengkristal dan sekaligus dilakukan pemisahan antara gula
dan tetes.
Dari st. Puteran gula SHS yang masih panas ini kemudian
dikeringkan di Sugar Dryer kemudian
didinginkan melalui proses pendinginan, diantaranya melalui suatu alat yang
disebut dengan Talang Goyang,
sehingga diperoleh suhu gula kurang dari 30°C untuk menghindari penggumpalan.
Gula yang telah didinginkan ini kemudian dikemas ke dalam
karung plastik rangkap, kemudian dimasukkan ke gudang dengan Belt Conveyor untuk distapel di gudang sampai tiba waktunya
diambil oleh pembeli.
Penjualan gula petani dilakukan dengan melalui proses lelang
yang dilakukan oleh BK APTRI.
Setelah terjadi kesepakatan harga lelang gula, maka pada
hari berikutnya dilakukan pembayaran Nota Gula Petani PG Trangkil.
Ø Dengan
uang hasil penjualan gula ini, petani dapat melaksanakan pemeliharaan tanaman
tebunya hingga baik dan tingkat kesejahteraan juga akan meningkat. Pertama
larutan nira di panaskan dahulu sampai suhu 75°C dengan menggunakan heater.
Selanjutnya dibubuhkan larutan susu kapur atau kalsium hidroksida (CaOH₂)
Ø Adapun susu
kapur dibuat daribatu kapur yang dilarutan dengan air
Ø Setelah itu
lartan nira yang telah dibubuhi susu kapur tersebut direaksikan dengan gas SO₂ (sulfur dioksida)
Ø Gas SO₂ dibuat dari pembakaran
belerang di dalam tungku belerang
Ø Langkah
selanjutnya adalah memisahkan hasil reaksi larutan nira mentah tersebut di
dalam air clarifier
Ø Prinsip
pemisahannya dilakukan secara grafitasi dengan bantuan bahan pengendap
flokulan, dimana kotoran yang diendapkan di clarifier dipisahkan dan
menghasilkan blotong yang merupakan limbah padat
Ø Blotong
dimanfaatkan sebagai bahan untuk biokompos, pembakaran batu bata, dll
Ø Nira yang
telah dipisahkan dari kotorannya tersebut disebut dengan nira jernih
Ø Nira jernih
masih mengandung kandungan air yang banyak sehingga harus diuapkan dahulu
sebagian besar airnya di stasiun penguapan
Ø Sekitar 70%
kandungan airnya diuapkan disini. Air yang telah diuapkan tersebut digunakan
kembali sebagai kondensat untuk umpan stasiun boiler
Ø Setelah
diuapkan, nira yang telah pekat atau yang biasa disebut nira kental siap untuk
dikristalisasi
Ø Di St.
Kristalisasi ini, gula/sukrosa dikristalkan dengan cara menguapkan sisa
kandungan air di nira kental sampai melewati titik jenuhnya sehingga kristal
glukosa bisa tumbuh dan berkembang
Ø Kualitas
kristal yang sudah baik kemudian di pisahkan dengan menggunakan alat Centrifuge
di stasiun Puteran
Ø Dengan gaya
Centrifugal, kristal gula tersebut dipisahkan dari larutannya menghasilkan
kristal gula SHS. Larutan yang telah dipisahkan tersebut atau yang biasa
disebut dengan Stroop diproses kembali di stasiun Kristalisasi untuk diserap
kandungan kristal yang masih tersisa, dan selanjutnya dengan melewati beberapa
tahap kristalisasi dan centrifugasi,
menghasilkan molasses atau tetes sebagai produk samping atau by product
Ø Tetes
secara terpisah bisa digunakan sebagai bahan baku bioentanol, produk penyedap
rasa,dll
Ø Selanjutnya
adalah tahap finishing, dimana kristal yang telah dipisahkan dari larutannya,
kemudian dikeringkan dan didinginkan di Sugar Dryer. Sisa-sisa kandungan air
yang masih menempel di kristal dihilangkan di dalam Sugar Dryer sehingga
kristal gul menjadi kering dan bisa lebih awet untuk disimpan serta tidak
menggumpal
Ø Kristal
yang telah kering kemudian dipilih ukuran yang memenuhi dengan saringan
Vibrating screen. Kristal gula lalu disimpan sementara di dalam silo
Ø Dari
silo,kristal gula dikemas dan disimpan di gudang penyimpanan.